Magelang, CyberNews. Pemkab Magelang menargetkan seluruh pengungsi korban banjir lahar dingin sudah harus menempati hunian sementara (huntara) sebelum memasuki bulan suci Ramadhan pada akhir bulan ini.
“Ya harapan kita, semua pengungsi paling lambat sudah menempati huntara akhir bulan ini. Sebagian besar huntara sudah selesai dibangun. Tinggal huntara di Lapangan Mancasan, Desa Gulon yang tinggal finishing," kata Asisten Administrasi Umum Pemkab Magelang, Drs Endra Endah Wacana, baru-baru ini.
Menurut Endra Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jateng membangun 309 huntara di Kabupaten Magelang untuk korban erupsi dan banjir lahar dingin. Huntara tersebut tersebar di Desa Banyubiru, Dukun, lapangan Mancasan, Desa Gulon, lapangan Jumoyo dan lapangan Larangan di Desa Jumoyo, Kecamatan Salam.
Selain itu, ada 61 huntara yang dibangun pihak swasta seperti di Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, dan Desa Sirahan serta Desa Seloboro Kecamatan Salam. Rencananya, seluruh pengungsi yang bersedia tinggal di huntara akan mendapatkan bantuan jadup (jatah hidup) dari Kementrian Sosial.
Disebutkan bahwa proposal pengajuan jadup ini sudah disampaikan ke pemerintah pusat sehingga saat ini tinggal menunggu pencairan saja. "Harapan kami segera cair sehingga pengungsi di huntara sudah menerima jadup tersebut,” kata dia.
Endra mengatakan bahwa konsep jadup berbeda dengan uang lauk pauk (ULP) pengungsi. Jika dalam ULP setiap pengungsi menerima uang Rp 4.500 per orang dan beras 4 ons maka dalam jadup aturan ini tidak berlaku. Setiap pengungsi akan diberikan uang sebesar Rp 5.000 per orang tanpa bantuan beras. “Jadup memang berbeda dari ULP yang diterima pengungsi sebelumnya,” ungkap dia.
Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana (Kesbangpol dan PB) Kabupaten Magelang Drs Eko Triyono mengatakan bahwa hingga saat ini masih ada 2.245 pengungsi yang tersebar di lima kecamatan.
Para pengungsi tersebut berada di Kecamatan Muntilan 6 lokasi (649 pengungsi), Salam tiga lokasi (1.468 pengungsi), Ngluwar satu lokasi (96 pengungsi), Srumbung (8 pengungsi), dan Sawangan (24 pengungsi). Namun sebagian besar pengungsi tersebut sudah bisa menempati huntara. "Pengungsi banjir lahar yang belum mendapatkan huntara sekitar 1.051 pengungsi," tambah dia.
Disebutkan bahwa dana tanggap darurat bencana banjir lahar dingin dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk Kabupaten Magelang sudah cair Rp 320 juta minggu lalu. Dana itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi selama sebulan.
Endra berharap dana tersebut akan mencukupi kebutuhan para pengungsi yang tersisa. "Semoga cukup. Apalagi, jumlah pengungsi terus berkurang setiap minggunya,” kata dia.
( MH Habib Shaleh / CN26 / JBSM )
Sumber : Suara Merdeka.com
terkait :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar