TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Situasi dan kondisi kawasan sekitar Gunung Sindoro saat ini, belum seperti yang terasa ketika gunung tersebut akan meletus pada tahun 1970 silam. Tanda-tanda alamiah gunung akan meletus, seperti suhu udara yang mengalami peningkatan drastis serta turunnya binatang-binatang ke pemukiman warga yang terjadi saat Sindoro akan melatus pada 1970, belum terjadi saat ini.
"Saya masih ingat, ketika Gunung Sindoro akan meletus pada waktu itu (tahun 1970), bertepatan dengan masa panen tembakau, kala itu udara sangat panas dibanding hari-hari biasanya, kemudian banyak rusa serta babi hutan yang turun hingga dekat pemukiman warga," kata Edy Sarjono Budiarso, warga sekaligus Ketua PMI Ranting Bansari, ketika paparan persiapan PMI Ranting setempat terkait status waspada Gunung Sindoro, di Markas PMI Kabupaten Temanggung, Rabu (21/12).
Edy, yang saat ini telah berusia 80 tahun, dan ketika Sindoro meletus masih berumur 41 tahun tersebut menceritakan, saat itu, tidak semua warga mengetahui kalau gunung tersebut akan meletus. Bahkan, ketika ada rusa turun gunung dan mendekati pemukimannya mereka malah senang, karena dapat dengan mudah menangkapnya serta memanfaatkan daging hewan tersebut untuk konsumsi.
"Rusa-rusa itu ada yang sampai merusak tembakau yang dijemur di pekarangan rumah. Warga tidak mengetahui kalau itu tanda gunungakan meletus, tahunya ada hewan yang dagingnya bisa dimanfaatkan untuk lauk," tuturnya.
Diungkapkannya, meski saat itu kondisi alam menujukkan perubahan, namun tidak ada gejolak atau hiruk-pikuk masyarakat terkait gunung meletus seperti saat ini. Hal tersebut lantaran, kala itu belum ada pengamat gunung yang akan meletus serta ekspose besar-besaran dari media, terutama televisi.
"Setelah kondisi seperti itu berlangsung sekitar dua bulan, akhirnya Gunung Sindoro pada bagian yang disebut Gunung Kembang akhirnya memang meletus, namun letusannya hanya berupa asap tebal. Jadi, tidak ada warga yang mengungsi, dan memang tidak ada persiapan untuk mengungsi," jelasnya.
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Ketua PMI Kabupaten Yuani Wijayanti itu, selain PMI Bansari, juga dipaparkan kesiapan dari empat kecamatan lain yang kemungkinan terkena dampak jika Sindoro meletus. Yakni, dari PMI Kecamatan Kledung, Parakan, Ngadirejo dan Candiroto.
Mau uang gratis ? Klik Disini !
Baca Juga :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar