Laporan Wartawan Tribun Jogya/ M Huda
TRIBUNJATENG.COM MAGELANG, - Penataan kawasan Alun-alun di pusat Kota Magelang akan menelan dana sebesar Rp 6,5 milyar. Anggaran itu berasal dari APBD tingkat I Rp 4 milyar dan ditambah APBD II Rp 2,5 milyar. Pelaksanaan penataan akan dimulai setelah lebaran atau bulan September mendatang.
"Ya untuk penataan kawasan Alun-alun akan menelan dana sebesar Rp6,5 milyar dari APBD I dan II," kata Wali Kota Magelang, Ir H Sigit Widyonindito di sela-sela acara pembukaan pasar murah yang diselenggarakan Pemkot di Alun-alun, Selasa (23/8) kemarin.
Sigit menambahkan, penataan kawasan Alun-alun bertujuan terutama untuk menata para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di tempat tersebut. Mereka akan dibuatkan tempat khusus untuk berjualan dan diberi tenda seragam. "Kita tata mereka termasuk PKL yang jual nasi kucingan, biar dapat berjualan dengan lebih baik dan tidak semrawut," ujarnya.
Selain menata kawasan Alun-alun, penataan juga dilakukan untuk PKL yang berada di jalan Kauman Barat dan jalan Kartini serta jalan Sigaluh. Bahkan, trotoar di jalan Pemuda (Pecinan) juga akan dikeramik untuk kerapian dan keindahan. Namun untuk penataan kawasan Pecinan, masih menunggu pembangunan pasar Rejowinangun selesai. "Jadi biar ada kesinambungan," katanya.
Sigit juga berujar, bahwa idealnya jalan di kawasan Pecinan dilebarkan sehingga tidak semrawut seperti saat ini. "Namun untuk rencana itu tidak akan kita lakukan sekarang, karena harus ada pertimbangan dari berbagai aspek," ungkapnya. Assisten Kesra dan Ekonomi Setda Kota Magelang, Sumartono SE menambahkan, penataan kawasan Alun-alun juga meliputi pengaturan parkir kendaraan roda dua dan roda empat di jalan Alun-alun utara. Sebab selama ini, parkir kendaraan di lokasi tersebut menjadi penyebab tersendatnya kelancaran lalu lintas. Terutama bila pengunjung pusat perbelanjaan Trio Plaza banyak, parkir sepeda motor di sisi kiri jalan bisa sampai tiga lapis. Untuk sisi kakan jalan digunakan untuk parkir roda empat.
Rencananya, parkir mobil dipindah dari sisi kanan jalan ke sisi kiri.Lokasi parkirnya mulai depan gereja hingga Bank BCA. Kebetulan trotoar di jalan itu berbentuk cekungan. Tinggal pengaturan parkirnya sejajar dengan jalan atau menyerong.
Untuk parkir sepeda motor, akan dipindahkan ke sisi kanan yang semula untuk parkir mobil. Lokasinya mulai batas bangunan WC umum bagi pengunjung alun-alun hingga ke sisi timur. Arealnya menempati bekas lokasi berjualan pedagang kaki lima (PKL). Selanjutnya tempat berjualan PKL dimajukan ke alun-alun.
TRIBUNJATENG.COM MAGELANG, - Penataan kawasan Alun-alun di pusat Kota Magelang akan menelan dana sebesar Rp 6,5 milyar. Anggaran itu berasal dari APBD tingkat I Rp 4 milyar dan ditambah APBD II Rp 2,5 milyar. Pelaksanaan penataan akan dimulai setelah lebaran atau bulan September mendatang.
"Ya untuk penataan kawasan Alun-alun akan menelan dana sebesar Rp6,5 milyar dari APBD I dan II," kata Wali Kota Magelang, Ir H Sigit Widyonindito di sela-sela acara pembukaan pasar murah yang diselenggarakan Pemkot di Alun-alun, Selasa (23/8) kemarin.
Sigit menambahkan, penataan kawasan Alun-alun bertujuan terutama untuk menata para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di tempat tersebut. Mereka akan dibuatkan tempat khusus untuk berjualan dan diberi tenda seragam. "Kita tata mereka termasuk PKL yang jual nasi kucingan, biar dapat berjualan dengan lebih baik dan tidak semrawut," ujarnya.
Selain menata kawasan Alun-alun, penataan juga dilakukan untuk PKL yang berada di jalan Kauman Barat dan jalan Kartini serta jalan Sigaluh. Bahkan, trotoar di jalan Pemuda (Pecinan) juga akan dikeramik untuk kerapian dan keindahan. Namun untuk penataan kawasan Pecinan, masih menunggu pembangunan pasar Rejowinangun selesai. "Jadi biar ada kesinambungan," katanya.
Sigit juga berujar, bahwa idealnya jalan di kawasan Pecinan dilebarkan sehingga tidak semrawut seperti saat ini. "Namun untuk rencana itu tidak akan kita lakukan sekarang, karena harus ada pertimbangan dari berbagai aspek," ungkapnya. Assisten Kesra dan Ekonomi Setda Kota Magelang, Sumartono SE menambahkan, penataan kawasan Alun-alun juga meliputi pengaturan parkir kendaraan roda dua dan roda empat di jalan Alun-alun utara. Sebab selama ini, parkir kendaraan di lokasi tersebut menjadi penyebab tersendatnya kelancaran lalu lintas. Terutama bila pengunjung pusat perbelanjaan Trio Plaza banyak, parkir sepeda motor di sisi kiri jalan bisa sampai tiga lapis. Untuk sisi kakan jalan digunakan untuk parkir roda empat.
Rencananya, parkir mobil dipindah dari sisi kanan jalan ke sisi kiri.Lokasi parkirnya mulai depan gereja hingga Bank BCA. Kebetulan trotoar di jalan itu berbentuk cekungan. Tinggal pengaturan parkirnya sejajar dengan jalan atau menyerong.
Untuk parkir sepeda motor, akan dipindahkan ke sisi kanan yang semula untuk parkir mobil. Lokasinya mulai batas bangunan WC umum bagi pengunjung alun-alun hingga ke sisi timur. Arealnya menempati bekas lokasi berjualan pedagang kaki lima (PKL). Selanjutnya tempat berjualan PKL dimajukan ke alun-alun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar