GELANDANG Persib Bandung, Miljan Radovic (kanan) berebut bola dengan pemain
Persiwa Wamena, Richardo Merani pada kompetisi lanjutan Liga Super Indonesia
(LSI) di Stadion Pendidikan, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, Kamis (23/2)
malam. Persib Bandung kalah dari tuan rumah Persiwa Wamena dengan skor 0-3.
/USEP USMAN NASRULLOH/PR
|
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tiga gol Persiwa dicetak Pieter Romaropen di menit ke-60, Boakay Eddie Foday (79), dan Jaelaniu Arey (83). Dengan hasil ini, Persib tetap tertahan di peringkat 6 klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) dengan nilai 21 dari 12 kali laga. Sedangkan Persiwa berhasil merangsek ke peringkat kedua dengan nilai 26 dari 13 kali laganya.
Menaggapi hasil yang diraih timnya, pelatih Persib Bandung, Drago Mamic mengatakan, Persiwa bisa mengalahkan lawan-lawannya, termasuk Persib di kandangnya sendiri karena mereka punya senjata ampuh. Itu adalah cuaca dingin, main malam, dan lapangan keras.
"Itu memang kelebihan yang dimiliki Persiwa Wamena. Cuaca yang dingin dan lapangan keras. Mereka sudah terbiasa bermain di cuaca dan lapangan seperti ini. Sebaliknya, para pemain kita tentu saja mengalami kesulitan, terutama ketika akan memainkan bola-bola pendek. Bola yang dialurkan selalu memantul karena lapangan keras," kata Drago, seperti dilansir situs resmi Persib.
Dikatakan Drago, pada pertandingan kali ini, Persib sebenarnya mampu mengatasi senjata andalan Persiwa itu. Namun, di babak II, kondisi fisik para pemainnya menurun dan harus kebobolan tiga gol.
Selain cuaca dan lapangan keras, Drago mengatakan, masih ada persoalan nonteknis lainnya. Namun Drago enggan menyebutkan wasit sebagai faktor nonteknis yang dimaksudkannya. "Tapi, saya tidak bisa mengomentari itu. Saya hanya berharap, kami akan lebih siap untuk pertandingan berikutnya," katanya.
Berikan perlawanan
Pada laga tersebut, penampilan Persib sebenarnya cukup menjanjikan. Di babak I, Persib mampu menahan imbang Persiwa, 0-0.
Bertindak sebagai tuan rumah, Persiwa langsung menyerang pertahanan Persib sejak menit pertama. Akibatnya, pemain belakang Persib pun harus bekerja keras menyelamatkan gawang dari serangan lawan.
Pada menit ke-7, Persiwa membahayakan gawang Jendry Pitoy, setelah sundulan Erick Weeks Lewis meluncur ke arah gawang. Beruntung bola dapat dibuang kapten Persib, Abanda Herman.
Mengandalkan umpan bola-bola pendek, Persib mencoba membangun serangan dari sayap kanan lapangan. Hasilnya, pada menit ke-33, umpan Hariono kepada Moses, berpeluang menciptakan gol. Namun, sayang bola yang disundul Moses masih melebar tipis dia sisi kiri tiang gawang.
Pada menit ke-39, Persiwa kembali menciptakan peluang melalui tendangan bebas Erick Week Lewis. Namun, kembali bola yang ditendangnya membentur benteng pemain Persib.
Dua menit jelang jeda, Erick kembali menciptakan peluang melalui tendangan langsung ke gawang Persib. Namun, bola dapat diselamatkan kiper Persib, Jendry Pitoy. Hingga babak I usai kedudukan tetap 0-0.
Petaka bagi Persib akhirnya muncul di menit ke-60. Tepatnya saat Pieter Romaropen berhasil mencetak gol ke gawang Persib. Disusul oleh gol Boakay Eddie Foday di menit ke-80. Bahkan tiga menit kemudian, Jendry Pitoy kembali harus memungut bola dari dalam gawangnya setelah Jaelani Arey melesakkan bola ke gawang Persib.
Dengan demikian, dari empat pertemuan dengan Persiwa di Stadion Pendidikan Wamena, Persib selalu pulang dengan tangan hampa.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar